Dalam ceramah agama selalu bersoal perihal "orang-orang yang terpilih". Kepada yang Shalih menjalan kan semua perintah agama secara rutin & teratur, kepada merekalah surga akan di berikan. Nah, dalam persoalan kehidupan sehari-hari, kini disekitar kita juga ada orang yang terpilih. Mereka adalah homo sapiens dengan kekayaan bersih diatas USD 1.000.000 (Rp. 10 milyar). Jumlahnya hanya 9.,5 juta orang saja dari total 6,6 milyar manusia dimuka bumi atau 0,14% dari keseluruhan populasi manusia diplanet ini. Siapa sih mereka? Bagaimana cara mereka kaya? Lebih penting lagi; dimana dan bagaimana mereka menghabiskan uangnya?
Dalam dunia financial , orang-orang beruntung ini di istilahkan sebagai "high net worth individuals". Batasan yang digunakan adalah kekayaan atau asset, di luar rumah utama yang ditinggalinya setara engan USD 1.000.000. diatas mereka sebenarnya masih ada yang di namakan "ultra high net worth individuals" a.k.a. manusia yang lebih kaya raya dengan kekayaan bersih diatas Rp 300 milyar . tapi karena jumlahnya hanya 95 ribu saja di dunia, dan jumlah hartanya ibarat mimpi, kita tidak akan bahas lebih mendalam.
Dari 9,5 juta kaum beruntung tadi, sebanyak 2,8 juta di antaranya rutin buang air di kawasan Asia Fasifik, atau 27-28% dari total anggota klub elit di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, pertumbuhan jumlah orang yang akhirnya bisa memperoleh asset USD 1.000.000 lumayan besar. Jumlahnya naik 16,8% tahun 2007 menjadi23 ribu orang. Sementara di negara kecil mungil sebelah kita, singapura, naik 15,3% ke level 77 ribu orang, dan Vietnam melesat 24,2% ke 1200 orang.dengan angka segitu, jumlah orang kita yang berdarah hijau US dollar tampak kecil bukan? Tetapi jangan salah , sebab sepertiga dari orang berduit yang menghirup oksigen di Singapura merupakan warga Negara Indonesia., ataupun kalau sudah berstatus permanent resident, setidaknya lahir dan besar di Indonesia. Itu menurut survey Asia Times lho!!
Kalau orang kaya tadi dipisahkan berdasarkan Negara dan besar rata-rata jumlah fulusnya, menurut konsultan Merrill Linch dan konsultan Cappagemini, maka agaknya mereka yang berasal dari hongkong adalah yang paling mahir dalam mencari uang dan bersihir tajir. Rata-rata kapitalis Hongkong punya asset per orang bersih USD 5,4 juta, di ikuti oleh China USD 5,1 juta dan Singapura USD 4,9 juta. Antri di urutan berikutnya adalah Vietnam dengan USD 4 juta. Indonesia dan India cakar-cakaran di level USD 3,6 juta, Taiwan USD 3,3 juta, Australia USD 3,2 juta, dan Kore selatan USD 2,7 juta.
Beberapa orang kita, tanpa mencoba-coba mengurutkannya dalam skala dan kelas kekayaannya, antara lain adalah Rachman Halim almarhum, Putera Sampoerna, Jusuf Kalla, R Budi Hartono, Michael Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondak, Eka Tjipta Wijaya, Liem Soe Liong, Arifin Panigoro, Boenjamin setiawan, Antony Salim, Mochtar Riady, Sukanto Tanoto, Aksa Mahmud, dan Aburizal Bakrie.
Siapakah mereka? Apakah mereka adalah orang-orang yang dating dari planet asing yang membawa kantung yang berisi kepingan emas? Bagaimana mereka memperoleh kekayaan? Menurut Thomas Stanley Ph.D yang meneliti segerombolan milyuner Amerika berjumlah 1100 orang, ternya ta 80% dari mereka adalah orang yang pertama kali merasakan kezatnya uang. Biasanya mereka juga imigran dari Negara-negara lain , hidup ditanah Amerika dengan mengepal jumlah uang yang sangat sedikitsaja, hidup hemat luar biasa pelit, dan melipat gandakan uangnya sebisa mungkin dengan berbisnis. Jadi, mitos untuk bisa kaya itu harus lebih dulu punya orang yang kaya raya adalah salah besar. Mengenai cara-cara dan rahasia mereka untuk mendapatka kekayaan akan ssaya bahas selangkapnya pada tulisan berikutnya yang berjudul "Sembilan Prinsip menuju kaya".
Yang lebih menarik mengenai sub-spesies ini adalah bagaimana cara mereka menggunakan dan membuang uang mereka. Ternyata, orang-orang Asia lebih memegang prisip "Work Hard, pla hard" daripada kaum sejenis mereka yang ada di dunia. Misalnya saja, masih dari data penelitian yang sama, kaum terpilih di benua Asia mengalokasikan 30% dari kekayaan mereka untuk barang-barang mewah. Misalnya mobil dengan harga belasan milyar rupiah, yatch atau pesawat terbang pribadi. Saudara mereka dari timur tengah hanya membiarkan 27% dari kekayaan mereka untuk urusan beginian. Sementara si kaya dari Amerika Utara 26% dan dari Eopa serta dari Amerika latin hanya 25% saja.
Untuk urusan perhiasan, mata miyuner Arab dan sekitarnya lebih menyala hijaudengan membiarkan 32% dari hartanya untuk urusan emas dan berlian. Tajir kulit kuning dan sawo matang hanya rela 24% dari uangnya habis untuk perhiasan. Untuk urusan ini keduanya meninggalkan jauh kawan-kawannya seideologi dari Amerika utara yang hanya 18% & Eropa 14%.
Kompak, senada, dan seirama juga diperlihatkan para kapitalis dari kawasan Asia dan Arab untuk urusan koleksi koin, wine, dan barang antik lainnya. Barang yang harganya serba gelap ini hanya menyita harta mereka sebanyak 9%. Lain halnya dengan teman-teman kulit putih Amerika yang 19%, Eropa 14%, dan Amerika latin 11%. Tetapi orang kaya yang peling peka nurani terhadap penderitaan sesamanya, mereka mengalokasikan pundit-pundinya untuk orang miskin dan anak yatim sebanyak 12%. Jauh diatas kaum berbahasa Spanyol di Amerika yang pelit dan hanya menyumbang 3% saja dari kekayaannya, Eropa 5%, Amerika Utara dan Timur Tengah hanya 5% saja.
Jadi, berhadapan dengan mereka sekalipun sama-sama berduit, jelas tidaklah sama. Kalau anda adalah seorang tukang minta sumbangan ke rumah-rumah, lebih besar kemungkinan dapat sumbangan yang sangat berarti jika anda memintanya dari kaum kaya Asia jika di bandingkan dengan komunitas mereka dari Amerika, Eropa, dan Timur Tengah. Jualan koin dan barabg antik , misalnya arca kuno dari abad ke-9 sebelum masehi? Datanglah pada sikaya Amerika Utara. Punya emas dan berlian? Tawarkan pada tajir mahir dari kawasan Arab dan Asia. Mobil super meah? Asialah tempat yang cocok bagi anda untuk menjualnya, karena kaum terplih dari kawasan Asia memang terkenal paling suka pamer dijalanan. Tidak usah jauh-jauhlah, kaum biasa di Jakarta saja sangat gemar membeli mobil baru. Tidak heran jika dealer mobil mewh laris manis dan sangat untung jika di jual di kawasan Asia.