Minggu, 29 Maret 2009
Selasa, 16 Desember 2008
9 Prinsip Menuju Kaya (Bagian satu)
Inilah daftar tindakan yang di jalani kaum tajir sungguhan. Kaum tajir setengah-setengah, tajir suka pamer, dan tajir separuh hati tidak termasuk dalam bahasan kita di sini.
Tidak Pamer
Apakah Anda berganti gadget setiap kali muncul versi yang baru?atau mobil baru setiap 3-4 tahun? Kalau ya maka andabukanlah orang yang kaya raya, dan tidak berbakat untuk menjadi kaya. Sebab gadget, di dalamnya termasuk ponsel, BlackBery, GPS, kamera Ipod, MP3 Player, harganya merosot sampai 25%-nya seturut dari kaki anda turun dari toko penjual. Mobil langsung hilang nilai harganya 30% begitu anda menyetir keluar dari halaman dealer. Semua itu termasuk "liabilities", bukan asset. "Liabilities" bisa kita terjemahkan sebagai kewajiban atau beban, sesuatu yang menyedot uang kita rutin tiap bulan selama bertahun-tahun, dan saat di jual harga amblas sedalam-dalamnya.
Milyuner di mana-mana terkenal dengan tiga prinsip uatamanya : pertama, hati-hati. Kedua, hemat. dan ketiga, tidak boros. Pendeknya, bukan tipeorang ang suka gonta ganti gadgetsetiap bulan. Kalau Anda melihat orang membeli mobil mewah atau mobil baru setiap bulan, belum tentu kalau dia adalah orang kaya raya. Cuma kebetulan saat ini bergajih besar saja. Belum tentu pertunjukan mobil mewah mereka bertahan hingga tahun depan.
Pilihlah kebebasan finansial daripada status social. Kebanyakan milyuner dunia tinggal di perumahan kelas menengah, bukan di vila-vila mewah. Mayoritas juga naik mobil biasa saja, bukan sedan milyaran rupiah. Hanya 6% dari kaum ini yang memiliki entah Lexus, BMW, Mercedes benz di garasi rumahnya. Untuk apa? Kalau orang sudah cukup kaya untuk anak cucunya dan generasi setelahnya, ia sudah tidak membutuhkan aktualisasi diri dalam bentuk mobil mewah dan semua bentuk pameran diriorang yang benar-benar kaya malah khawatir orang lain tahu kalau dia kaya.
Selain itu kaum tajir ini biasanya tahu bahwa uang yang dibelikannya untuk mobil mewh akan merosot nilainya, sementara uang yang di investasikannya dalam instrument keuangan kemungkinan akan berkembang biak dalam nilai menjadi 2 unut Mercedes dalam 5 tahun ke depan. Jadi kesimpulannya, orang yang memiliki jiwa kaya raya akan lebih memilih investasi walaupun itu beresiko di bandingkan dengan ia membeli barang-barang mewah yang hanya merupakan Liabilities.
Mereka Yang Terpilih untuk Kaya
Dalam ceramah agama selalu bersoal perihal "orang-orang yang terpilih". Kepada yang Shalih menjalan
Dalam dunia financial , orang-orang beruntung ini di istilahkan sebagai "high net worth individuals". Batasan yang digunakan adalah kekayaan atau asset, di luar rumah utama yang ditinggalinya setara engan USD 1.000.000. diatas mereka sebenarnya masih ada yang di namakan "ultra high net worth individuals" a.k.a. manusia yang lebih kaya raya dengan kekayaan bersih diatas Rp 300 milyar . tapi karena jumlahnya hanya 95 ribu saja di dunia, dan jumlah hartanya ibarat mimpi, kita tidak akan bahas lebih mendalam.
Dari 9,5 juta kaum beruntung tadi, sebanyak 2,8 juta di antaranya rutin buang air di kawasan Asia Fasifik, atau 27-28% dari total anggota klub elit di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, pertumbuhan jumlah orang yang akhirnya bisa memperoleh asset USD 1.000.000 lumayan besar. Jumlahnya naik 16,8% tahun 2007 menjadi23 ribu orang. Sementara di negara kecil mungil sebelah kita, singapura, naik 15,3% ke level 77 ribu orang, dan Vietnam melesat 24,2% ke 1200 orang.dengan angka segitu, jumlah orang kita yang berdarah hijau US dollar tampak kecil bukan? Tetapi jangan salah , sebab sepertiga dari orang berduit yang menghirup oksigen di Singapura merupakan warga Negara
Kalau orang kaya tadi dipisahkan berdasarkan Negara dan besar rata-rata jumlah fulusnya, menurut konsultan Merrill Linch dan konsultan Cappagemini, maka agaknya mereka yang berasal dari hongkong adalah yang paling mahir dalam mencari uang dan bersihir tajir. Rata-rata kapitalis Hongkong punya asset per orang bersih USD 5,4 juta, di ikuti oleh China USD 5,1 juta dan Singapura USD 4,9 juta. Antri di urutan berikutnya adalah
Beberapa orang kita, tanpa mencoba-coba mengurutkannya dalam skala dan kelas kekayaannya, antara lain adalah Rachman Halim almarhum, Putera Sampoerna, Jusuf Kalla, R Budi Hartono, Michael Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondak, Eka Tjipta Wijaya, Liem Soe Liong, Arifin Panigoro, Boenjamin setiawan, Antony Salim, Mochtar Riady, Sukanto Tanoto, Aksa Mahmud, dan Aburizal Bakrie.
Siapakah mereka? Apakah mereka adalah orang-orang yang dating dari planet asing yang membawa kantung yang berisi kepingan emas? Bagaimana mereka memperoleh kekayaan? Menurut Thomas Stanley Ph.D yang meneliti segerombolan milyuner Amerika berjumlah 1100 orang, ternya ta 80% dari mereka adalah orang yang pertama kali merasakan kezatnya uang. Biasanya mereka juga imigran dari Negara-negara lain , hidup ditanah Amerika dengan mengepal jumlah uang yang sangat sedikitsaja, hidup hemat luar biasa pelit, dan melipat gandakan uangnya sebisa mungkin dengan berbisnis. Jadi, mitos untuk bisa kaya itu harus lebih dulu punya orang yang kaya raya adalah salah besar. Mengenai cara-cara dan rahasia mereka untuk mendapatka kekayaan akan ssaya bahas selangkapnya pada tulisan berikutnya yang berjudul "Sembilan Prinsip menuju kaya".
Yang lebih menarik mengenai sub-spesies ini adalah bagaimana cara mereka menggunakan dan membuang uang mereka. Ternyata, orang-orang
Untuk urusan perhiasan, mata miyuner Arab dan sekitarnya lebih menyala hijaudengan membiarkan 32% dari hartanya untuk urusan emas dan berlian. Tajir kulit kuning dan sawo matang hanya rela 24% dari uangnya habis untuk perhiasan. Untuk urusan ini keduanya meninggalkan jauh kawan-kawannya seideologi dari Amerika utara yang hanya 18% & Eropa 14%.
Kompak, senada, dan seirama juga diperlihatkan para kapitalis dari kawasan
Jadi, berhadapan dengan mereka sekalipun sama-sama berduit, jelas tidaklah sama. Kalau anda adalah seorang tukang minta sumbangan ke rumah-rumah, lebih besar kemungkinan dapat sumbangan yang sangat berarti jika anda memintanya dari kaum kaya