Inilah daftar tindakan yang di jalani kaum tajir sungguhan. Kaum tajir setengah-setengah, tajir suka pamer, dan tajir separuh hati tidak termasuk dalam bahasan kita di sini.
Tidak Pamer
Apakah Anda berganti gadget setiap kali muncul versi yang baru?atau mobil baru setiap 3-4 tahun? Kalau ya maka andabukanlah orang yang kaya raya, dan tidak berbakat untuk menjadi kaya. Sebab gadget, di dalamnya termasuk ponsel, BlackBery, GPS, kamera Ipod, MP3 Player, harganya merosot sampai 25%-nya seturut dari kaki anda turun dari toko penjual. Mobil langsung hilang nilai harganya 30% begitu anda menyetir keluar dari halaman dealer. Semua itu termasuk "liabilities", bukan asset. "Liabilities" bisa kita terjemahkan sebagai kewajiban atau beban, sesuatu yang menyedot uang kita rutin tiap bulan selama bertahun-tahun, dan saat di jual harga amblas sedalam-dalamnya.
Milyuner di mana-mana terkenal dengan tiga prinsip uatamanya : pertama, hati-hati. Kedua, hemat. dan ketiga, tidak boros. Pendeknya, bukan tipeorang ang suka gonta ganti gadgetsetiap bulan. Kalau Anda melihat orang membeli mobil mewah atau mobil baru setiap bulan, belum tentu kalau dia adalah orang kaya raya. Cuma kebetulan saat ini bergajih besar saja. Belum tentu pertunjukan mobil mewah mereka bertahan hingga tahun depan.
Pilihlah kebebasan finansial daripada status social. Kebanyakan milyuner dunia tinggal di perumahan kelas menengah, bukan di vila-vila mewah. Mayoritas juga naik mobil biasa saja, bukan sedan milyaran rupiah. Hanya 6% dari kaum ini yang memiliki entah Lexus, BMW, Mercedes benz di garasi rumahnya. Untuk apa? Kalau orang sudah cukup kaya untuk anak cucunya dan generasi setelahnya, ia sudah tidak membutuhkan aktualisasi diri dalam bentuk mobil mewah dan semua bentuk pameran diriorang yang benar-benar kaya malah khawatir orang lain tahu kalau dia kaya.
Selain itu kaum tajir ini biasanya tahu bahwa uang yang dibelikannya untuk mobil mewh akan merosot nilainya, sementara uang yang di investasikannya dalam instrument keuangan kemungkinan akan berkembang biak dalam nilai menjadi 2 unut Mercedes dalam 5 tahun ke depan. Jadi kesimpulannya, orang yang memiliki jiwa kaya raya akan lebih memilih investasi walaupun itu beresiko di bandingkan dengan ia membeli barang-barang mewah yang hanya merupakan Liabilities.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar